Sejarah Komunitas
Ok, jadi disini saya akan memaparkan Sejarah komunitas dari awal terbentuk hingga sampai saat ini
Pada tahun 2018, tepat nya ketika saya duduk di bangku SMA kelas 1, Saya menghampiri teman saya yang bernama reihan, saya mulai bercerita mengenai impian saya untuk membuat suatu yayasan sosial, yang dimana ide tersebut tercetus di karenakan saya bosan dengan pelajaran di kelas yang terlalu monoton, dan saya mencoba mencari teman yang satu visi dengan saya.
Tanpa berfikir lama, lalu dalam jangka waktu beberapa minggu kemudian, saya dan reihan langsung mencari" suatu daerah yang cocok untuk tempat komunitas kita
ketika kita mencari suatu tempat, kita tercetus ide untuk mencarj tempat di sebuah desa yang sedikit tertinggal dari segi pendidikan
lalu kita mencoba mencari sebuah desa di daerah ciseeng, tepat nya di daerah Kampung Cihowe, Awal mula saya datang disana, Saya melihat sebuah desa yang agak jarang penduduk nya, karena jarak satu rumah dengan rumah lain nya terdapat sebuah kebun milik warga,
First Impression ketika saya datang ke Kampung cihowe adalah Ke asrian lingkungan yang belum tercemar oleh ulah manusia, Dan juga rata-rata mata pencaharian warga sekitar adalah berkebun, bertani, ada juga yang berternak, dan bahkan ada yang pengrajin bambu
lalu hal kedua yang saya lakukan setelah datang ke kampung cihowe selain melihat ke asrian lingkungan nya, yang saya lakukan adalah mensurvei warga sekitar, terkait rata-rata penghasilan kepala keluarga, tingkat pendidikan rata-rata di desa tersebut dan masih banyak lagi,
Dan hal yang membuat saya terkejut adalah, Ternyata disana rata-rata pendidikan anak" disana hanya sampai pada tingkat SD, dan SMP, yang sampai pada jenjang SMA hanya sedikit dan bisa dihitung jari
Setelah saya bertanya" kenapa atau hal apa yang menyebabkan begitu minim sekali tingkat pendidikan disana, dan saya menemukan beberapa jawaban nya yaitu
- Disana hanya terdapat beberapa Sekolah dasar, sedikit terdapat sekolah menengah pertama, dan tidak terdapat sekolah menengah atas.
- Mindset atau pola fikir warga sekitar adalah, Pendidikan adalah hal kesekian, dari pendapatan(penghasilan), karena hampir rata" anak" disana setelah menyelesaikan Sekolah Dasar atau sekolah menengah pertama, mereka akan bekerja, dan bahkan ada yang menikahn
- Kenapa desa ini bisa tertinggal, karena kurang perhatian nya pemerintah terhadap desa" kecil seperti cihowe
Lalu selang beberapa waktu, saya mulai mengumpulkan orang" yang satu visi dengan saya, dan juga meminta perizinan baik Lurah, maupun RT/RW setempat untuk mengadakan sebuah kegiatan sosialisasi mengenai betapa penting nya Pendidikan untuk anak"
Dan Alhamdulillah pada saat kita mengadakan acara pertama, respon warga sekitar sangat baik dan mendukung, meskipun ada beberapa warga yang merespon kurang baik untuk acara pertama kita
Lalu hingga berlanjut sampai sekarang
Ya banyak suka duka maupun pengalaman berharga yang kita lalui, mulai dari susah nya mobilitas didesa tersebut karena jalanan yang rusak, dan berada di pedalaman, hingga susah nya meminta perizinan untuk penyelenggaraan kegiatan sosialisasi disana
Menjadi wadah bagi para pelajar, yang ingin membagi ilmu terhadap sesama, tidak hanya soal pelajaran di sekolah tetapi juga terkait ilmu di luar pelajaran sekolah
Tujuan Didirikannya Komunitas
- Menyatukan Visi setiap anggota bahwa, Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain (Sekitar nya)
- Sebagai bentuk kepedulian para pelajar terhadap mereka yang terputus jenjang pendidikan nya karena beberapa hal
- Bersama-sama mencari cara yang efektif untuk memberikan edukasi betapa penting nya pendidikan
- Sebagai Contoh kepada yang lain, bahwa pelajar seperti kita bukan hanya pergi kesekolah lalu pulang kerumah dan seterus nya, melainkan juga dapat berkarya bagi bangsa dan negara.
Benefit bagi setiap Anggota
Capaian yang diharapkan
Komentar
Posting Komentar